MEMUAT WAKTU...

Riset Disertasi Di Malaysia, Mahasiswa S3 UIN Mataram Lakukan Pemetaan Data Pendidikan Tahfidz Kedah dan Perlis.

Mataram.garudanews//Ahmad Arwani Haddadi, Awardee LPDP Kementerian Keuangan Tahun 2025 dan mahasiswa Semester III Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, tengah melakukan penelitian disertasi di Malaysia. 

Riset tersebut mengangkat kajian pendidikan tahfidz Al-Qur’an di Indonesia dan Malaysia, dengan fokus pada tata kelola, kebijakan, serta standardisasi kelembagaan. 

Penelitian lintas negara ini menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian disertasi sekaligus upaya memperoleh data lapangan yang kuat untuk melihat persamaan dan perbedaan pengelolaan pendidikan tahfidz di kedua negara.

Pemetaan data dilakukan di wilayah Kedah dan Perlis, Malaysia, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada sejumlah lembaga serta pihak yang berkaitan dengan pendidikan tahfidz.

Pengumpulan data diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana lembaga tahfidz dikelola, bagaimana kebijakan diterapkan, bagaimana standar kelembagaan dibangun, serta bagaimana proses pendidikan tahfidz dijalankan dalam konteks Malaysia. 

Temuan dari Malaysia selanjutnya akan dianalisis dan dibandingkan dengan data yang diperoleh dari lokasi penelitian di Indonesia agar menghasilkan gambaran yang lebih utuh. 

Dalam proses penelitian, Haddadi mendapat Suport penuh dan bimbingan dari Promotor Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI, Co-Promotor I Prof. Dr. H. Saparudin, M.Ag. serta Co-Promotor II Assoc. Prof. Dr. Mardzelah Makhsin, dosen Universiti Utara Malaysia (UUM). 

Keterlibatan pembimbing dari Indonesia dan Malaysia memberikan perspektif akademik yang lebih luas dalam proses penelitian, terutama dalam membaca konteks pendidikan tahfidz dari dua sistem pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda. 

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga arah penelitian agar tetap sesuai dengan tujuan dan standar akademik program doktoral.

Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia. 

Pertemuan dengan akademisi, pengelola lembaga tahfidz, serta praktisi pendidikan memberikan kesempatan untuk memahami praktik pendidikan tahfidz secara lebih dekat sekaligus menggali berbagai pengalaman yang berkembang di Malaysia. 

Pendekatan lapangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan temuan yang tidak berhenti pada kebutuhan disertasi, tetapi juga memiliki relevansi bagi pengembangan tata kelola dan standardisasi pendidikan tahfidz di Indonesia.

Sebagai Awardee LPDP Kementerian Keuangan Tahun 2025, penelitian di Malaysia menjadi bagian dari perjalanan akademik Ahmad Arwani Haddadi dalam menyelesaikan studi doktoral sekaligus memperluas kontribusi dalam bidang Pendidikan Agama Islam. 

Melalui pemetaan data di Kedah dan Perlis serta penelitian di Indonesia, kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komparatif mengenai pendidikan tahfidz di kedua negara.

Pada akhirnya, riset tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi akademik yang bermanfaat bagi penguatan mutu, tata kelola, dan standardisasi kelembagaan pendidikan tahfidz, baik di Indonesia maupun dalam konteks pengembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.(A.Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama