Lombok Timur.garudanews//15 November 2025, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI yang diwakili oleh Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm., menggelar kegiatan Pelatihan Integrasi dan Pemutakhiran Data Madrasah (SIM, EMIS, SIMPATIKA, dan PIP) di Kampus IAIH NW Lombok Timur. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00—17.00 WITA dan dihadiri oleh operator madrasah Nahdlatul Wathan se-Pulau Lombok.
Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi dan doa oleh Ust. Ahmad Ramli, QH. SSY. Rektor IAIH NW Lotim, TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin at-Tsani, turut memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya pelatihan ini.
Wakil Dekan II FTK UIN Mataram dalam sambutannya menegaskan pentingnya kompetensi digital bagi guru dan operator madrasah di era digitalisasi pendidikan.
Beliau mengingatkan bahwa pengelolaan data tidak lagi dapat dilakukan secara manual, dan para pendidik dituntut untuk adaptif agar tidak tertinggal dalam proses sertifikasi maupun layanan pendidikan lainnya.
Sebagai narasumber pertama, Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm. menekankan pentingnya integrasi data sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan madrasah.
Beliau menyebut bahwa data yang akurat akan sangat membantu dalam penganggaran, distribusi siswa dan guru, serta mengakses program pemerintah seperti PIP dan sertifikasi guru.
Lale Syifa juga menyoroti perlunya peningkatan SDM melalui pelatihan, penguatan jaringan, dan manajemen data yang lebih profesional.
Narasumber kedua dari Kementerian Agama, H. M. Nasrullah, SE., M.Si., ME., menjelaskan bahwa EMIS merupakan pusat data pendidikan yang menjadi rujukan utama Kementerian Agama.
Ia menyoroti berbagai masalah teknis seperti ijazah tertunda karena data tidak valid, kendala NIK, hingga tumpang tindih data siswa.
Nasrullah juga menyampaikan bahwa APBN pendidikan masih terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti gaji, sehingga validitas data menjadi kunci untuk memastikan program tepat sasaran.
Dalam sesi aspirasi, peserta dari berbagai daerah menyampaikan sejumlah persoalan penting, mulai dari nasib guru madrasah dalam P3K, kebutuhan sarana prasarana digital, hingga proses sertifikasi guru yang dianggap krusial untuk peningkatan kesejahteraan pendidik.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data madrasah di seluruh Lombok, sekaligus mendukung digitalisasi pendidikan yang semakin berkembang.(A Turmuzi).
Tags
Berita Peristiwa

