MEMUAT WAKTU...

CPO Indonesia Vs Dollar Amerika Serikat By; Henriono (Ketum Jaringan Anak Muda Nusantara - JAMAN).

Garudanewsnet//Optimisme Menteri Pertanian RI menjadikan Kurs Dollar dari U$1 menjadi 1.000 Rupiah dengan pengembangan Prodak turunan pertanian. hitungan dan analisinya telah melampaui kualitas para pakar ekonomi Indonesia selama ini, termasuk melampaui kemampuan Gubernur Bank Indonesia.

Bahkan mengalahkan kualitas pakar ekonomi dunia khusunya dalam bidang moneter, termasuk lebih hebat dari Gubernur Bank Rakyat Tiongkok. 

Dengan memaksimalkan fiskal Indonesia melalui program prodak turunan pertanian seperti Kelapa dan Gambir. 

Ia meyakini Prodak Kelapa dimana
airnya saja dapat memberikan konstribusi 2.400 triliun ditambah dengan isinya dapat mencapai 5.000
Triliun. 

Begitu halnya dengan Gambir, Indonesia menyuplai 80 % gambir dunia yang dinikmati India dengan membuat prodak turunan lalu menjualnya ke Amerika dan Eropa. 

Adapun nilai prodak turunan Gambir Indonesia mencapai 5.000 Triliun. ini bukti Menteri Pertanian RI tidak hanya hebat dalam ekonomi moneter tapi juga mumpuni dalam ruang kerja kementerian Perdagangan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (AAS) mengatakan bahwa dengan 2 (dua) prodak beserta turunannya itu, nilainya mencapai 10.000 Triliun. 

Itulah yang diharapkan Presiden Prabowo dengan semangat yang tinggi, Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah pemain utama minyak CPO dunia. 

Dengan prodak turunan CPO. Ia membandingkan dengan Negara Republik Islam Iran yang sementara perang dengan Amerika serikat dan Israel. 

Katanya, Iran hanya mengendalikan 20 % jalur lintas minyak dunia di selat Hormuz. Sedangkan Indonesia memiliki sesuatu yang lebih besar dari itu
kemampuan mengeskspor jutaan ton CPO seperti ke Amerika Serikat dengan kebutuhan sebanyak 1,7 juta ton, Eropa membutuhkan 2,3 juta ton. 

Ditambah dengan negara lainnya. Dengan mengendalikan produksi 60 % minyak CPO dunia, apabila kita tahan dengan tidak menjual CPO Indonesia ke
mereka, kita bisa membuat Dunia Kiamat. 

Analisa yang disampaikan dengan tegas di ruang publik tanda bahwa AAS memiliki pengetahuan relasi Energi dan Pangan dalam kondisi Perang dimana
menjadi ruang lingkup Kementerian Pertahanan RI.

Berselang 2 hari setelah pernyataan dengan menahan CPO Indonesia dapat membuat dunia kiamat, tepatnya pada 28 dan 29 Maret 2026. 

Pasukan perdamaian PBB asal Indonesia dibunuh 3 orang di Lebanon. Tragedi kemanusiaan di timur tengah itu membuat rakyat Indonesia terasa sedih dan sangat terpukul.

Secara sepintas tidak ada kaitannya dengan pernyataan itu. Akan tetapi, dalam teori propaganda, bisa saja memiliki kaitan meskipun persentasenya kecil sebagai respon sekaligus
jawaban buat Indonesia yang sudah merasa kuat dan dapat menekan dunia Internasional melampaui Negara Republik Islam Iran.

Adapun Penjelasan terkait kelapa dan gambir dengan nilai mencapai 10.000 Triliun ditambah dengan kendali 60 % minyak CPO dunia, cukup menahan atau tidak menjualnya dapat membuat dunia kiamat menjadi Propaganda yang memberikan dampak pada dunia Fiskal dan moneter Indonesia. 

Perkataan seorang Menteri Pertanian RI sebagai pejabat negara telah mewakili negara apataklagi pernyataannya
disandarkan kepada Presiden Prabowo sehingga levelnya naik mewakili pesan Presiden atau kepala negara dimana telah membunyikan genderang perang dagang dengan negara terkuat moneter dunia sekaligus tekanan kepada Eropa yang pernah mendominasi dunia sebelum diambil alih Amerika Serikat dimana sampai saat ini mata uang pounsterling dan euro lebih kuat dari dollar Amerika Serikat serta pesan keras buat India dan jepang yang menjadi mitra strategisnya.

Setelah pernyataan Mentan RI pada 30 juli 2025, nilai tukar U$1 jadi 16.356 rupiah pada Agustus dan ditutup 16.782 pada desember 2025. Kurs dolar ke rupiah, U$1 naik 16.786 – 16.993 rupiah dari Januari – Maret 2026. 

Setelah propaganda perang dagang Mentan RI pada 26 – 27 Maret 2026, dolar terus menguat 17.324 – 17.664.

Alasan yang mempengaruhinya karena terjadi perang di timur tengah sehingga mengalami kenaikan berkisar 200 rupiah. 

Beda halnya setelah pernyataan apabila kita tahan 60 % Minyak CPO Indonesia, maka Dunia kiamat. 

Akhinya Dolar semakin menguat diatas 600 rupiah pada 18 Mei 2026. Coba kita cermati, negara sekuat Cina yang mengalami kemajuan pesat hampir semua sektor, belum berani menantang Amerika Serikat perang dagang dengan target mempengaruhi dolar dengan Yuan, U$1 : 1 Yuan. dimana saat ini, U$1 : 6,81 Yuan. 

Tiongkok hanya bereaksi apabila Paman Sam memulai duluan melakukan tekanan kepada negaranya dengan melakukan tekanan balik karena Ia memiliki perkembangan dan kemajuan Industri, memiliki relasi perdagangan dunia yang sangat kuat, didukung oleh sistem politik komunis, Nasionalisme rakyat Tiongkok juga sangat kuat mendukung pemerintahnya saat bersinggungan dengan Amerika Serikat.

Belum lagi Tiongkok memiliki kekuatan
militer dan Alutsista yang sangat canggih saat ini, dengan Satelit canggih disertai Smart Phone serta
aplikasinya berbeda dengan Amerika serikat. 

Tidak hanya itu, Ia memiliki Rudal balistik lintas benua berhulu ledak Nuklir, ditambah berkoalisi dengan Rusia, Korea Utara dan Iran. 

Dengan persentase sekuat itu saja, Tiongkok belum berani mengusik dan bermanuver duluan kepada Amerika Serikat.

Beda halnya dengan Indonesia melalui Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, berani dengan keras dan tegas memberikan pesan kepada Amerika Serikat dan Eropa serta negara Asia lainnya bahwa Indonesia dapat membuat Dunia kiamat cukup dengan tidak menjual CPO kepada Mereka.

Padahal selama ini, Presiden Prabowo berupaya semaksimal mungkin membangun hubungan yang
baik dengan semua negara di Dunia, terutama Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China, Italia,
Turki, India, Pakistan, Jepang, Korea selatan, negara di timur tengah dll.

Prabowo menfambil langkah itu karena Indonesia adalah negara Non Blok dengan prinsip politik bebas aktif yang memiliki tujuan membangun hubungan baik dengan damai antar negara. 

Adapun tindak lanjutnya, membuka ruang Investasi, membangun hubungan perdagangan yang baik di sektor Mingas, pertambangan maupun Pertanian.

Penguatan kerja sama pertahanan melalui transaksi Alutsista yang canggih dan modern disertai transfer pengetahuan yang menjadi modal dalam mewujudkan kemandirian Pertahanan yang kuat dan modern kedepannya.

Disini nampak perbedaan antara Presiden Prabowo dengan Pembantunya dalam membangun hubungan diplomasi Internasional. 

Prabowo berupaya membangun harmonisasi antar negara sedangkan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman membangun hubungan deharmonisasi dengan menggunakan pendekatan Propaganda dengan negara lain. 

Prabowo bergabung di Board of Peace
(BoP) demi kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia serta perjuangan kemerdekaan Palestian meskipun menuai sebagian kritik sebagian publik dalam negeri dan juga bergabung di BRICS agar Indonesia demi menjaling hubungan baik dua poros besar dengan kekuatan militer terkuat di dunia
antara Amerika Serikat dengan dominasinya dan Rusia sebagai negara penyeimbang sehingga sikap
dan posisi Indonesia dipandang Moderat diantara kedua poros besar tersebut.

Beda halnya dengan Andi Amran Sulaiman, dengan kemampuan retorikan yang dimilikinya, Ia lebih Radikal sehingga sebagian rakyat Indonesia melihatnya sosok yang tegas dan luar biasa sehingga membuat publik
terkesima atas ucapannya. 

Padahal efek dari itu, lagi mengantarkan Indonesia pada posisi yang sulit
dimana perkataannya dapat membuat “Dunia Kiamat” sebagai pesan tegas bahwa Indonesia siap perang dangan negara di dunia terutama Negara yang dibutkannya. 

Pernyataan Ekstrem yang Provokatif itu sangat efektif menjadi alat Propaganda yang dapat memicu respon emosional Amerika Serikat sehingga melakukan tekanan moneter terhadap Indonesia melalui The Fed didukung oleh
eropa dimana mereka berada dalam poros yang sama di NATO sehingga tidak menutup kemungkinan
itu menjadi salah satu penyebab menguatnya dollar dan melemahnya rupiah saat ini. 

Walhasil, Presiden Prabowo yang hatinya baik dan pemaaf tapi senang pada hal heroik menjadi tameng atas
manuver yang dilakukan oleh pembantunya.

Sebagai anak bangsa, besar harapannya rupiah kembali menguat sembari kita berdoa kepada Tuhan YME, Allah SWT, Smoga berkenan memberikan kesehatan, tambahan umur dan petunjuk kepada Presiden Prabowo agar terus membuat kebijakan yang dengan program yang tepat guna untuk Rakyat,
Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Masyarakat Indonesia, Berbeda tapi Satu (MARI BRSATU) Salam PANCASILA
HENRIONO (Ketum Jaringan Anak Muda Nusantara – JAMAN).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama