SUMMARIES PROJECT : USU Physics Innovation 2026
Dua proyek ini merupakan solusi berbasis Applied
Physics (Fisika Terapan) untuk menjawab permasalahan lingkungan kampus dan
kebutuhan domestik mahasiswa fisika di iklim tropis Medan.
Proyek 1:
Sistem Pemantauan Suhu Ruang Kelas (Smart Thermal Monitor)
- Inovator
: Ahmad Zidane As-Salafi Siregar (240801046)
- Masalah Utama :
Ketidaknyamanan termal di ruang kelas FMIPA USU yang suhunya mencapai 35
°C
dengan kepadatan 30 - 40 mahasiswa, yang
mengakibatkan penurunan
konsentrasi belajar.
- Solusi : Perangkat monitoring
otomatis berbasis
mikro-kontroler untuk memberikan peringatan dini
(early
warning) suhu berlebih.
- Teknologi Utama :
- Sensor DHT11:
Input suhu dan kelembapan.
- Op-Amp LM358 :
Pengkondisi sinyal agar data lebih stabil.
- Indikator : LCD 16 x 2, LED 3-warna
(Hijau, Kuning, Merah) dan Buzzer.
- Hasil Uji: Akurasi tinggi dengan rata-rata error
pembacaan hanya +0,72 °C.
- Sistem alarm aktif otomatis saat suhu
menyentuh ambang batas kritis ( 32 o C – 35 oC ).
- Efisiensi Biaya :
Rp130.000 (Sangat ekonomis untuk implementasi massal).
Proyek 2:
Jemuran Otomatis Berbasis Sensor Cuaca (Smart Laundry Guardian)
- Inovator : Febro Tri Setyo (240801006)
- Masalah Utama : Risiko pakaian basah kembali atau bau
kampus (mobilitas tinggi).
- Solusi : Sistem jemuran pintar yang
dapat menarik
pakaian ke area terlindungi secara otomatis saat
mendeteksi
hujan atau hari mulai gelap.
- Teknologi Utama :
- Indera Sistem :
Sensor Hujan (Raindrop LM393) dan Sensor Cahaya (LDR).
- Penggerak : Motor DC Gearbox 12V
(Eks-Power Window Mobil) untuk torsi tinggi (mampu menarik pakaian basah
yang berat).
- Sistem Daya :
Mandiri energi menggunakan Panel Surya 20W dan Baterai VRLA 12V.
- Proteksi: Kapasitor 2200 μF
untuk stabilitas tegangan saat motor bekerja.
- Indera Sistem :
Sensor Hujan (Raindrop LM393) dan Sensor Cahaya (LDR).
- Penggerak : Motor DC Gearbox 12V
(Eks-Power Window Mobil) untuk torsi tinggi (mampu menarik pakaian basah
yang berat).
- Sistem Daya :
Mandiri energi menggunakan Panel Surya 20W dan Baterai VRLA 12V.
- Proteksi: Kapasitor 2200 μF
untuk stabilitas tegangan saat motor bekerja.
- Keunggulan : Mekanisme rel linear yang
hemat tempat dan operasional bebas biaya listrik (100 % tenaga surya).
- Efisiensi Biaya :
Rp585.000 (Investasi jangka panjang untuk asrama/kos mahasiswa).
1. Dilema Mahasiswa di "Kota Para Ketua"
Pernahkah Anda terjebak di ruang kelas yang panasnya minta ampun sampai konsentrasi buyar, lalu di saat yang sama pikiran cemas karena jemuran di kosan sedang "mandi" air hujan ?. Di Medan, cuaca bukan sekadar ramalan, tapi tantangan hidup. Suhu ekstrem dan hujan yang datang tiba-tiba adalah musuh nyata bagi produktivitas civitas akademika. Namun, di tangan dua mahasiswa Fisika FMIPA USU, masalah klasik ini akhirnya menemukan jawaban berbasis teknologi !.
2. PROBLEM STATEMENT : Fakta Pahit di Balik Gerah dan Bau Apek
Kita tidak sedang berlebihan saat menyebut kelas "neraka". Data hasil observasi Ahmad Zidane menunjukkan suhu ruang kelas di USU bisa menyentuh angka 35 °C dengan kelembapan (RH) mencapai 85 %. Padahal, idealnya manusia beraktivitas nyaman di bawah 26 °C.
Ditambah lagi masalah mobilitas; mahasiswa seringkali harus meninggalkan jemuran di rumah untuk mengejar jadwal kuliah. Begitu hujan turun, pakaian tidak hanya basah, tapi terancam jamur dan bau apek. Pemantauan manual sudah kuno !. Kita butuh otomasi yang bisa bekerja 24 jam tanpa lelah.
3. SOLUTION BREAKDOWN: Duet Maut Inovasi "Low Budget, High Impact"
A. Perisai Termal Digital (Inovasi Ahmad Zidane)
Zidane merancang sebuah sistem pemantauan suhu pintar yang bertindak sebagai "alarm kenyamanan".
- Cara Kerja: Menggunakan sensor DHT11 (si indera perasa) dan penguat LM358 (si penstabil sinyal), alat ini memantau suhu secara real-time.
- Visualisasi: Hasilnya tampil di layar LCD, namun yang paling seru adalah sistem lampunya. Jika LED Hijau berubah menjadi Kuning atau Merah yang disertai buzzer, itu tandanya ruangan sudah tidak layak untuk belajar dan butuh tindakan segera (nyalakan AC atau buka ventilasi).
B. Robot Pelindung Pakaian (Inovasi Febro Tri Setyo)
Febro membawa teknologi Smart Home ke jemuran kos-kosan dengan sistem yang sangat tangguh.
- Otot Besi : Menggunakan Motor Power Window mobil, jemuran ini punya tenaga besar untuk menarik tumpukan baju basah yang berat.
- Insting Cuaca : Berkat sensor hujan dan cahaya (LDR), jemuran ini akan otomatis masuk ke area berteduh saat rintik hujan pertama jatuh atau saat hari mulai gelap.
- Mandiri Energi: Kerennya lagi, alat ini ditenagai Panel Surya 20 W, jadi tidak akan menambah beban tagihan listrik Anda !.
4. EVIDENCE & DATA: Bukan Sekadar Prototipe
Kaleng-Kaleng
Kredibilitas kedua alat ini didukung oleh data pengujian yang solid :
- Akurasi Tinggi: Alat pemantau suhu Zidane memiliki rata-rata error hanya +0,72 °C.
Artinya, data yang ditampilkan sangat mendekati kenyataan, bahkan di tengah kelembapan tinggi.
- Ketahanan Listrik : Febro menambahkan komponen Kapasitor 2200 μF / 25V untuk mencegah voltage drop. Ini memastikan motor penggerak tidak akan "ngadat" atau merusak mikrokontroler saat menarik beban jemuran yang berat.
- Ekonomis : Dengan budget mulai dari Rp. 130.000,- (untuk sistem suhu) hingga total di bawah satu juta rupiah, inovasi ini membuktikan bahwa teknologi canggih tidak harus menguras kantong universitas.
Kesimpulan Strategis ;
Kedua proyek ini menunjukkan tren Digitalisasi
Fasilitas Kampus dengan pendekatan low-cost.
1. Project
Zidane fokus pada peningkatan kualitas belajar melalui pengawasan kenyamanan
udara.
2.Project
Febro fokus pada efisiensi waktu dan perlindungan aset pribadi (pakaian)
melalui otomasi rumah tangga.
Impact: Jika
diintegrasikan, kedua alat ini mewujudkan konsep Smart Campus yang
responsif terhadap kondisi lingkungan ekstrem di Kota Medan.
5. CALL TO ACTION: Saatnya Mendukung Karya Anak Bangsa !.
Inovasi dari Zidane dan Febro adalah bukti bahwa
mahasiswa USU tidak hanya jago teori, tapi solutif menghadapi masalah nyata.
Sudah saatnya pihak universitas (USU) dan pengelola
fasilitas kampus melirik karya-karya seperti ini untuk diimplementasikan secara
massal.
Mari kita viralkan ! Dukung riset lokal, karena
solusi terbaik untuk masalah kita ada di tangan kita sendiri. Jangan biarkan
kreativitas ini berhenti di atas kertas laporan saja.
Bangga Fisika, Bangga USU !.