MEMUAT WAKTU...

Rapat Kerja Dan Bedah Buku LP Ma’arif NU NTB Perkuat Konsolidasi Arah Pendidikan Unggulan.

Mataram.garudanewa//Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat menggelar rapat kerja yang dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku berjudul “Dedikasi dan Spiritualitas Ulama: 

Revitalisasi Pemikiran dan Perjuangan TGH. Lalu Muhammad Faisal.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an di NTB.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif PBNU Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, Ketua PWNU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag serta jajaran pengurus wilayah dan daerah LP Ma’arif NU NTB.

Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Ketua LP Ma’arif PBNU sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan pendidikan di daerah.

Ketua LP Ma’arif PWNU NTB, Prof. Dr. Saparudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa prioritas utama lembaganya saat ini adalah konsolidasi kelembagaan. 

Ia mengungkapkan bahwa dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, baru tiga daerah yang memiliki struktur LP Ma’arif yang aktif. 

Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Tahun ini kami menargetkan terbentuknya kepengurusan LP Ma’arif di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya identifikasi dan pendataan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif. 

Langkah tersebut dinilai krusial sebagai dasar dalam menyusun kebijakan strategis, termasuk merancang grand design pengembangan madrasah unggulan berbasis potensi lokal dan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, menyoroti urgensi membangun otoritas kelembagaan yang kuat. 

Menurutnya, LP Ma’arif harus hadir tidak hanya sebagai struktur administratif, tetapi juga sebagai pusat penggerak lahirnya madrasah-madrasah unggulan yang mampu bersaing secara kualitas sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.

Di sisi lain, Ketua LP Ma’arif PBNU, Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, memberikan penekanan pada pentingnya pengembangan kurikulum yang sehat, relevan, dan adaptif terhadap tantangan zaman. 

Ia juga mendorong terciptanya sistem pendidikan yang kolaboratif. “Kompetisi itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah kolaborasi yang saling menguatkan. Dari situlah integritas pendidikan akan terbentuk,” tegasnya.(A Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama