MEMUAT WAKTU...

Perkuat Kolaborasi Internasional, DEMA UIN Mataram dan Universiti Utara Malaysia Gelar Pengabdian di Pesantren At-Tadris.

Lombok Barat.garudanews//Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berkolaborasi dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam program EDU-UKHUWAH: International Islamic Education Community Service yang dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tadris, Bengkel, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/10/2026).

Program pengabdian ini berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat Islam terhadap peluang dan tantangan di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai perubahan global, perkembangan teknologi, dan peluang yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi. 

Melalui EDU-UKHUWAH, DEMA UIN Mataram dan UUM mendorong penguatan kesadaran bahwa masyarakat Islam perlu memiliki kesiapan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengambil peran dalam perkembangan zaman, bukan sekadar menjadi penonton dari perubahan yang berlangsung.

Globalisasi dan digitalisasi telah membuka berbagai kemungkinan baru dalam kehidupan masyarakat. 

Akses terhadap informasi, perkembangan teknologi komunikasi, serta meluasnya ruang pembelajaran digital memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperluas jaringan pengetahuan. 

Namun, berbagai peluang tersebut membutuhkan kemampuan literasi digital, sikap kritis dalam menerima informasi, serta kecakapan dalam memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Dalam konteks pendidikan Islam, perkembangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pesantren dan generasi muda Muslim.

Pesantren tidak hanya memiliki peran dalam membangun pemahaman keagamaan dan karakter, tetapi juga berpotensi menjadi ruang pengembangan wawasan global serta kecakapan menghadapi perubahan sosial dan teknologi. 

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemeliharaan nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, dan karakter masyarakat.

Presiden Mahasiswa UIN Mataram, Ahmad Hilman Halim, menegaskan bahwa pengabdian melalui EDU-UKHUWAH perlu dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, kegiatan pengabdian harus menjadi ruang untuk membangun kesadaran, memperluas pengetahuan, dan mendorong masyarakat agar mampu mengenali peluang yang muncul dari perkembangan globalisasi dan digitalisasi.

“Globalisasi dan digitalisasi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, dan mengembangkan potensi. 

Masyarakat Islam, khususnya generasi muda, tidak boleh hanya menjadi penonton dari perubahan tersebut. 

Kita harus mampu membaca peluang, menguasai pengetahuan dan teknologi, serta menjadikannya instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara DEMA UIN Mataram dan Universiti Utara Malaysia merupakan kesempatan untuk memperluas perspektif, membangun jejaring lintas negara, dan memperkuat kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.

Menurutnya, hubungan internasional di lingkungan perguruan tinggi perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan, terutama melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas masyarakat.

“Bagi kami, pengabdian sejatinya bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, melainkan bagaimana pengetahuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan membuka cakrawala baru. 

Kami berharap EDU-UKHUWAH menjadi langkah untuk mendorong masyarakat Islam agar semakin adaptif, produktif, dan berdaya dalam menghadapi perubahan zaman,” tambahnya.

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam merespons perubahan sosial melalui kegiatan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat. 

Perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan memiliki ruang untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan sosial, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui EDU-UKHUWAH, DEMA UIN Mataram berharap kolaborasi dengan Universiti Utara Malaysia dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan di bidang pendidikan Islam dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih jauh, program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa kemajuan masyarakat Islam tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga oleh kesiapan dalam menciptakan peluang, mengembangkan pengetahuan, dan menjaga nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan.

Bagi DEMA UIN Mataram, pengabdian menjadi bagian dari tanggung jawab mahasiswa untuk menghadirkan pengetahuan dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Semangat EDU-UKHUWAH diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat ukhuwah lintas negara sekaligus mendorong masyarakat Islam agar mampu berpartisipasi secara aktif dalam perkembangan dunia yang semakin terhubung secara digital.(A.Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama