MEMUAT WAKTU...

Tim LP2M UIN Mataram Gelar FGD Review Naskah Khutbah Berbasis Moderasi Beragama Di Yayasan Bilabu Tibu Ambung.

Lombok Barat.garudanews//19 November 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram kembali melanjutkan rangkaian program pengabdian melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review Naskah Khutbah Berbasis Moderasi Beragama. 

Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Balilbu, Dusun Tibu Ambung, Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, sebagai tindak lanjut dari Workshop Penyusunan Khutbah yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren At-Tahzib Kekait.

Ketua Yayasan Bilabu, Riadi M. PDI, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya yayasan yang ia pimpin sebagai lokasi kegiatan.

Menurutnya, kehadiran tim LP2M UIN Mataram merupakan bentuk nyata hadirnya perguruan tinggi di tengah masyarakat. “

Ini langkah konkret kampus menyentuh kebutuhan umat. Kami merasa terhormat sekaligus terbantu melalui pendampingan yang diberikan,” ujarnya.

Ketua tim pengabdi, Prof. Dr. Saparudin, dalam sambutan dan penyampaian materinya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai respon kampus terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat. 
Ia menjelaskan bahwa khutbah Jumat memiliki peran strategis dalam membentuk sikap keberagamaan umat, sehingga naskah-naskah khutbah harus disusun dengan perspektif moderasi beragama yang kuat, inklusif, dan solutif.

Kampus tidak boleh hanya berada di menara gading. Kami hadir untuk mengayomi, mendampingi, dan memastikan bahwa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin tersampaikan dengan baik melalui para khatib,” tegasnya.

FGD berlangsung dengan menelaah dan mereview naskah para khatib Jumat dari masjid-masjid di wilayah Gunung Sari dan Batulayar. 

Para peserta terlihat antusias dan menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat relevan dengan persoalan keumatan hari ini, mulai dari isu intoleransi, konflik sosial, hingga tantangan dakwah di era digital.

Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Mataram berharap tercipta standar naskah khutbah yang lebih moderat, kontekstual, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. 

Kegiatan ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan pendampingan hingga hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh jamaah di berbagai masjid.(A Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama