MEMUAT WAKTU...

Dinas Perkim-LH Sergai Lakukan Pengambilan Sampel Udara Di Desa Pon

Sergai,Garudanews.net//Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Serdang Bedagai melakukan pengambilan sampel udara ambien terkait kebauan dan tingkat kebisingan di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut turut didampingi sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perizinan, Tata Ruang, Satpol PP, pihak kepolisian dari Polres dan Polsek, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Kepala Bidang Penataan, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Boy Sihombing, menjelaskan bahwa pengambilan sampel ini merupakan lokasi kedua setelah sebelumnya dilakukan di salah satu tempat usaha.

“Hari ini kami turun ke lokasi kedua untuk melakukan pengambilan sampel. Kami melihat langsung proses pembakaran hingga selesai, sekaligus mengambil sampel dan mengonfirmasi kapasitas produksi pembakaran kepada pengusaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengambilan sampel tidak hanya dilakukan di lokasi usaha, tetapi juga di kawasan permukiman warga yang terdampak.

“Hasil uji sampel ini akan kita ketahui dalam waktu 14 hari kerja setelah melalui pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Dari hasil pengamatan sementara di lapangan, Boy menyebutkan bahwa asap dari pembakaran batok kelapa sudah mulai berkurang. Namun, hasil pasti tetap menunggu uji laboratorium.

Selain itu, pihaknya juga melihat adanya upaya perbaikan dari pengusaha. Menurutnya, pelaku usaha telah menunjukkan itikad baik dengan melengkapi perizinan melalui sistem OSS serta kesesuaian tata ruang.

“Perizinan mereka sudah lengkap, sehingga kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pengambilan sampel dengan melibatkan instansi terkait,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus pekerja arang batok kelapa, Ernawati (54), mengaku sangat bergantung pada usaha tersebut untuk menghidupi keluarganya.

“Saya menghidupi lima anak dari pekerjaan ini. Usaha pembakaran batok kelapa sudah ada sejak tahun 1994 dan menjadi sumber penghasilan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, terdapat lebih dari 100 pekerja yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut dan bekerja setiap hari tanpa hari libur.

Ernawati berharap agar pengusaha segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sehingga usaha tetap dapat berjalan.

“Kami berharap kepada pemerintah agar tidak mempersulit masyarakat kecil. Setahu saya, selama ini juga tidak ada warga yang terkena penyakit akibat asap pembakaran,” pungkasnya.(Syf).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama