MEMUAT WAKTU...

ICONSIDE 2026: Teknologi Cerdas Harus Berjalan Bersama Moral Dan Spiritualitas.

Mataram.garudanews//Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram kembali sukses menyelenggarakan The 4th International Conference on Education and Science Development (ICONSIDE) 2026 dengan mengusung tema “

Integrating AI Technology, Digital Transformation, and Character Development in Shaping the Future of Education.” 

Konferensi internasional ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk mendiskusikan tantangan serta peluang pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (luring dan daring) pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan mahasiswa untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta pengalaman ilmiah dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi.

ICONSIDE 2026 menghadirkan sejumlah keynote speaker dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia, yakni Janine Arantes dari Victoria University Australia,

Muhamad Ali dari University of California Riverside Amerika Serikat, Mohamad Khairi bin Haji Othman dari Universiti Utara Malaysia, Francisca Maria Ivone dari Universitas Negeri Malang, serta Saparudin dari UIN Mataram.

Dalam welcoming speech, Dekan FTK UIN Mataram, Maimun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh keynote speaker dan presenter yang telah berpartisipasi dalam konferensi tersebut. 

Menurutnya, ICONSIDE 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan, diskusi, dan pertukaran gagasan lintas disiplin ilmu untuk merespons perkembangan teknologi sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan masa depan.

Maimun juga menekankan pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis di tengah semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). 

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI yang tidak tepat berpotensi melahirkan generasi yang kehilangan kemampuan bernalar, menganalisis, dan berpikir kritis dalam 5–10 tahun mendatang. 

Karena itu, pendidikan harus tetap menempatkan pengembangan nalar, kreativitas, dan kemampuan analitis sebagai tujuan utama proses pembelajaran.

Konferensi secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Mataram, Jumarim. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa otoritas keagamaan di masa depan akan berada pada mereka yang mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu-ilmu keislaman klasik dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. 

Oleh karena itu, forum akademik seperti ICONSIDE memiliki peran penting sebagai ruang dialog dan kolaborasi dalam merumuskan paradigma baru pendidikan, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia ICONSIDE 2026, Lalu Ahmad Didik Meiliyadi, menyampaikan bahwa konferensi tahun ini diikuti oleh 157 presenter yang berasal dari 38 perguruan tinggi dalam dan luar negeri. 

Tingginya tingkat partisipasi tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan komunitas akademik terhadap ICONSIDE sebagai forum ilmiah internasional yang kredibel dan bergengsi.

“ICONSIDE terus menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. 

Antusiasme peserta yang semakin tinggi menjadi indikator bahwa konferensi ini telah menjadi salah satu forum akademik internasional yang diperhitungkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan sains,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan ICONSIDE 2026, FTK UIN Mataram kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Komitmen tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga kuat dalam penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menghadapi masa depan pendidikan global.(A Turmuzi)
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama