Tebing Tinggi,garudanews.net//Dugaan pelayanan yang dinilai mengecewakan di Klinik Djohan, Jalan Kapten F. Tandean, Kota Tebing Tinggi, menjadi sorotan.
Orang tua seorang pasien anak berusia enam tahun mengaku diminta memeriksa sendiri suhu tubuh putrinya saat datang berobat dalam kondisi demam tinggi.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut keterangan orang tua pasien, ia bersama istrinya membawa sang anak ke Klinik Djohan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Namun, setibanya di ruang pemeriksaan, orang tua pasien mengaku diminta menggunakan termometer yang disebut telah diletakkan di atas meja dokter untuk memeriksa suhu tubuh anaknya.
“Saya protes, kenapa kami yang memeriksa. Kami tidak tahu, kami percayakan semuanya kepada tenaga medis,” ujar orang tua pasien dalam pengaduannya.
Persoalan kemudian disebut berlanjut ketika orang tua pasien mempertanyakan pelayanan tersebut.
Ia mengaku seorang tenaga kesehatan mengambil telepon seluler dan merekam dirinya bersama anak yang sedang terbaring demam.
Menurutnya, tindakan tersebut membuat sang anak terkejut dan istrinya merasa ketakutan.
Ia menilai kondisi tersebut semestinya tidak terjadi ketika pasien anak membutuhkan ketenangan dan penanganan medis.
Diadukan kepada Wali Kota
Keluhan tersebut kemudian disampaikan kepada Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih melalui pesan pribadi.
Orang tua pasien meminta Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan menindaklanjuti persoalan tersebut.
Pengaduan itu mendapat respons Wali Kota pada Kamis (13/8/2026).
“Wlkm slm wr wb. Baik trmksh infonya Lae, segera disampaikan k dinas terkait,” tulis Wali Kota dalam pesan balasannya.
Respons tersebut menunjukkan bahwa pengaduan telah diterima dan akan diteruskan kepada instansi terkait untuk ditelusuri dan diklarifikasi.
JMSI Siapkan Surat Resmi
Sementara itu, Ketua PC Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi, Irlan Jaya Situmorang, SH, melalui Sekretaris PC JMSI Serdang Bedagai-Tebing Tinggi, Yusnar Al-Banjari, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada pihak terkait.
Surat tersebut rencananya ditujukan kepada Wali Kota Tebing Tinggi, Kepala Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya untuk meminta penjelasan dan tindak lanjut.
Irlan menegaskan, persoalan tersebut perlu dilihat secara objektif dan tidak hanya berdasarkan satu pihak.
Menurutnya, standar pelayanan, prosedur pemeriksaan pasien, kewenangan tenaga kesehatan, izin operasional fasilitas kesehatan, serta regulasi yang berlaku perlu diklarifikasi oleh instansi berwenang.
“Terkait dugaan buruknya pelayanan kesehatan di Klinik Djohan, kami akan menyurati secepatnya karena ada beberapa hal penting yang perlu dipertanyakan terkait izin dan regulasi dalam pelayanan kesehatan.
Apakah dalam kondisi seorang anak mengalami demam tinggi, pemeriksaan suhu tubuh harus dilakukan sendiri oleh orang tuanya?” ujar Irlan.
Dinkes Diminta Lakukan Klarifikasi Objektif
JMSI meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada keluhan maupun komunikasi pribadi, tetapi ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan klarifikasi secara objektif.
Dinas Kesehatan diharapkan memastikan apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai standar dan ketentuan yang berlaku, termasuk prosedur pemeriksaan terhadap pasien anak.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat perlu memperoleh penjelasan mengenai langkah pembinaan atau tindakan yang akan dilakukan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Sebaliknya, jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil klarifikasi juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Klinik Djohan Diminta Berikan Klarifikasi
Pihak Klinik Djohan juga perlu diberikan ruang untuk menjelaskan kejadian dari perspektif manajemen maupun tenaga kesehatan yang disebut terlibat, termasuk alasan orang tua pasien diminta memeriksa suhu tubuh anak, prosedur pelayanan yang diterapkan, serta dugaan perekaman menggunakan telepon seluler.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari manajemen Klinik Djohan.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Klinik Djohan, tenaga kesehatan yang bersangkutan, maupun pihak terkait lainnya guna memastikan pemberitaan berlangsung berimbang, akurat, dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.(Tim).
Tags
Berita Peristiwa
