SEMA FTK UIN Mataram sukses menyelenggarakan Seminar Legislatif 2025 dengan tema “Penguatan Demokrasi Kampus.

GarudaNews//Membangun Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Mahasiswa” kegiatan sebagai salah satu upaya nyata memperkuat budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan ini mendapat antusiasme sangat tinggi dari mahasiswa FTK, terlihat dari jumlah peserta yang memadati ruangan sejak kegiatan dimulai. 

Tingginya tingkat kehadiran tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FTK memiliki kepedulian besar terhadap masa depan demokrasi kampus dan ini menjadi forum edukatif yang tepat bagi mahasiswa untuk memahami prinsip-prinsip demokrasi, peran lembaga legislatif, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kampus.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Senat Mahasiswa FTK, Amnul Khalaqul Khairi Muhid. 

Dalam sambutannya, Amnul mengajak seluruh mahasiswa FTK untuk lebih aktif berperan dalam membangun demokrasi kampus yang sehat dan berkualitas. 

Ia menegaskan bahwa demokrasi yang baik Adalah berada di tangan rakyat/mahasiswa sesuai dengan arti dari kata demokrasi yakni kekuasaan ditangan rakyat, dan tidak hanya menjadi objek kebijakan tetapi juga ikut dalam proses mengawal kebijakan, menjaga independensi lembaga, serta memastikan setiap mahasiswa memiliki ruang menyampaikan aspirasi.

Amnul menekankan bahwa seminar legislatif ini merupakan bentuk komitmen SEMA FTK dalam memperkuat literasi demokrasi mahasiswa sekaligus sebagai langkah pembentukan karakter kritis dan partisipatif dalam kehidupan organisasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan III FTK UIN Mataram, Dr. Erwin Padly, M.Hum. 

Beliau menilai bahwa seminar ini merupakan momentum tepat bagi mahasiswa FTK untuk mempersiapkan diri menuju proses regenerasi organisasi yang berintegritas, matang, dan sesuai prinsip-prinsip demokrasi.

WD III juga menekankan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses pemilihan, tetapi juga sebagai budaya berdialog, berpartisipasi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. 

Beliau berharap agar kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kesiapan mereka memasuki dinamika organisasi kemahasiswaan.

Setelah menyampaikan sambutan, Dr. Erwin Padly secara resmi membuka kegiatan seminar.

Seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua pemateri utama yang kompeten di bidangnya.

Hadir Mastur, M.A, Anggota KPU Provinsi NTB, yang menyampaikan materi terkait Implementasi Demokrasi dan Etika Politik dalam Lingkungan Akademik.

Beliau menguraikan bagaimana prinsip-prinsip demokrasi publik dapat menjadi contoh bagi lingkungan kampus dalam membangun integritas dan partisipasi mahasiswa.
Pemateri kedua, Dr. Erma Suriani, S.Ag., M.S.I, Dosen Prodi Bahasa Arab sekaligus aktivis gender, membawakan materi Keadilan Gender, Etika, dan Peran Perempuan dalam Demokrasi Kampus.

Beliau menekankan bahwa demokrasi kampus harus inklusif, memberikan ruang yang setara bagi perempuan, dan memegang prinsip etika dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait demokrasi kampus, mekanisme legislasi, kesetaraan gender, hingga perbaikan tata kelola organisasi. 

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya semangat mahasiswa FTK untuk berkontribusi pada pembangunan organisasi yang lebih baik.

Melalui penyelenggaraan seminar legislatif ini, SEMA FTK menegaskan komitmennya dalam merawat budaya demokrasi, menghadirkan ruang edukasi yang berkualitas, dan menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas, cerdas, dan responsif terhadap kebutuhan lembaga.(A Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama