MEMUAT WAKTU...

Dinas Pendidikan Kota Bogor Siap Jalankan SPMB 2026, Prioritaskan Transparansi Akses Pendidikan Geratis.

Bogor.garudanewsnet//Dinas Pendidikan Kota Bogor memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 berjalan transparan, tertib, dan berpihak kepada masyarakat.

Melalui berbagai pembaruan sistem serta kerja sama dengan puluhan sekolah swasta, Dinas Pendidikan berupaya memastikan seluruh anak di Kota Bogor tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. 20 - 05 - 2026.

Humas Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irvan menjelaskan, proses pembuatan akun SPMB untuk jenjang SMP dimulai sejak 11 Mei hingga 22 Juni melalui laman resmi SPMB Kota Bogor. 

Setelah itu, tahapan verifikasi dan validasi data dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni. Sementara pemilihan jalur penerimaan dibuka mulai 2 hingga 23 Juni.

Masyarakat masih dapat melakukan perbaikan data selama proses berlangsung.

Pada tahun ini, jalur penerimaan terdiri dari jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. 

Adapun kuota yang diterapkan meliputi domisili sebesar 40 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi 5 persen.

Menurut Irvan, sistem yang diterapkan saat ini dirancang agar lebih adil dan meminimalisir potensi kecurangan.

Seluruh proses dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui website resmi SPMB sehingga lebih terbuka dan transparan.

“Kami memastikan proses berjalan transparan. Semua data, jalur, hingga informasi sekolah dapat diakses masyarakat secara terbuka melalui sistem yang sudah disediakan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Bogor juga telah bekerja sama dengan 43 SMP dan MTs swasta untuk menyediakan program sekolah gratis bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri namun berasal dari keluarga kurang mampu. 

Salah satu sekolah yang telah menjalin kerja sama tersebut adalah SMP PGRI 2 Bogor.

Program tersebut diprioritaskan bagi warga Kota Bogor yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 berdasarkan data kesejahteraan sosial. 

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penentuan kategori penerima bantuan tetap mengacu pada data resmi dari dinas sosial.

Dalam penerapan jalur domisili, tahun ini Kota Bogor tidak lagi menggunakan sistem wilayah administratif seperti RT, RW, kelurahan, atau kecamatan. 

Sebagai gantinya, sistem zonasi radius diterapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada calon siswa.

Melalui sistem tersebut, calon peserta didik akan bersaing sesuai zona radius masing-masing berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan.

Dengan demikian, peluang setiap siswa dinilai lebih adil dan tidak terpusat hanya pada wilayah tertentu.

Sementara pada jalur prestasi, Dinas Pendidikan juga memberikan ruang lebih luas bagi siswa yang memiliki pencapaian akademik maupun non-akademik. 

Prestasi tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional akan mendapatkan penilaian berdasarkan skor tertentu.
Menariknya, prestasi tidak harus berasal dari kegiatan sekolah. 

Sertifikat kejuaraan olahraga, seni, hingga keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan hafalan Al-Quran tetap dapat digunakan selama memiliki legalitas yang jelas dari penyelenggara resmi.

“Semua prestasi bisa diakomodir selama sertifikatnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Irvan.

Terkait potensi gangguan server akibat tingginya jumlah akses masyarakat secara bersamaan, Dinas Pendidikan mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan antisipasi teknis. 

Meski demikian, apabila terjadi kendala sistem, pihaknya memastikan tidak akan merugikan calon siswa karena waktu pelayanan akan disesuaikan secara fleksibel.

Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kebingungan terkait regulasi maupun teknis pendaftaran, Dinas Pendidikan Kota Bogor juga membuka posko helpdesk SPMB di kantor dinas. 

Posko tersebut melayani konsultasi, pendampingan, hingga perbaikan data selama hari kerja.

Masyarakat juga dapat menghubungi layanan bantuan melalui nomor WhatsApp resmi dan media sosial Dinas Pendidikan yang telah tersedia di website SPMB Kota Bogor. (Ds )
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama