Sergai,garudanews.net//Ribuan penerima manfaat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) hingga kini masih menanti kembali normalnya pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini menyusul tersendatnya operasional tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat belum cairnya dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Tiga dapur SPPG tersebut masing-masing SPPG Kota Galuh 1 di Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, SPPG Firdaus 1 di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, serta SPPG Pergulaan di Kecamatan Sei Rampah, yang melayani ribuan penerima manfaat.
Kepala SDN 101933 Perbaungan, Fatmawati, S.Pd.I, Selasa (14/7), mengungkapkan bahwa distribusi MBG ke sekolahnya yang biasanya berjalan lancar kini terhenti sejak sebelum libur sekolah.
“Terhitung sekitar lima hari sebelum libur hingga dua hari setelah libur, MBG tidak lagi disalurkan.
Kami mendapat informasi dari pihak SPPG bahwa dana dari pemerintah belum masuk,” ujarnya.
Di SDN 101933 Perbaungan sendiri, jumlah penerima manfaat mencapai 125 siswa serta 12 guru dan tenaga kependidikan.
Fatmawati berharap pendistribusian MBG dapat segera kembali normal karena program tersebut sangat dinantikan para siswa.
“Banyak siswa dan orang tua yang bertanya kapan MBG kembali disalurkan, terutama dari kalangan ekonomi lemah. Selama ini program ini sangat membantu dan disambut antusias,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 4 Sei Rampah, Khairul Bhakti, S.Pd, yang menyebut distribusi MBG dari dapur SPPG Pergulaan telah terhenti selama dua hari terakhir.
“Jumlah penerima manfaat di sekolah kami sebanyak 272 orang, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan. Kami berharap distribusi segera kembali normal,” katanya.
Kondisi tersebut juga dirasakan di SD Permata Firdaus. Kepala sekolah, Aiga, mengatakan para siswa dan orang tua mulai mempertanyakan terhentinya penyaluran MBG dari SPPG Firdaus 1.
“Anak-anak dan orang tua sudah mulai bertanya-tanya. Kami berharap dalam waktu dekat MBG bisa kembali disalurkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kota Galuh 1, E. Barus, mengakui pihaknya belum dapat beroperasi karena masih menunggu pencairan dana Banper.
“Sekitar 2.380 penerima manfaat terdampak. Kami berharap dana segera masuk agar operasional bisa kembali berjalan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala SPPG Firdaus 1, Bima Azri, yang menyebut total penerima manfaat mencapai 2.598 orang, terdiri dari 2.098 peserta didik dan 500 kategori lainnya.
“Kendala utama saat ini adalah dana Banper yang belum masuk ke kas SPPG,” katanya.
Kepala SPPG Pergulaan Sei Rampah, Fitri Insani Harahap, juga menyampaikan bahwa dapur yang dipimpinnya dengan sekitar 3.489 penerima manfaat belum dapat beroperasi pasca libur sekolah.
“Kami masih menunggu dana Banper agar bisa kembali menjalankan operasional,” ujarnya.
Terpisah, Koordinator BGN Wilayah Serdang Bedagai, Nurhasanah Ritonga, Rabu (15/7), menjelaskan bahwa ketiga SPPG tersebut belum beroperasi karena dana bantuan pemerintah masih dalam proses pencairan.
“Koordinator wilayah bersama masing-masing kepala SPPG telah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan dan saat ini sedang menunggu penyelesaian proses pencairan,” ungkapnya.
Ia berharap proses tersebut segera rampung sehingga ketiga dapur SPPG dapat kembali beroperasi normal dan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis kepada seluruh penerima manfaat baik peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita non-PAUD dapat berjalan kembali sebagaimana mestinya.(Syf)
Tags
Berita Peristiwa
