Sergai,garudanews.net//Dugaan aliran cairan yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tenera Sergai Perkasa (PT TSP) menuju Sungai Bah Sombu, Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kembali menjadi sorotan publik.
Persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook.
Sejumlah warganet mendesak pemerintah dan instansi berwenang segera turun ke lokasi untuk memastikan sumber serta kondisi cairan yang diduga mengalir ke sungai tersebut.
Salah seorang pengguna Facebook, Haris Purba, meminta agar persoalan tersebut langsung ditangani instansi lingkungan hidup.
“Kalau ke Bupati percuma bang lebih baik langsung ke lingkungan hidup bang.”
Sementara itu, Ulam Simatupang menyampaikan komentar bernada sindiran terhadap Camat Sipispis. Komentar tersebut merupakan opini pribadi dan tidak dapat dijadikan sebagai fakta mengenai kondisi sebenarnya.
Komentar yang lebih menyorot aparatur pemerintah disampaikan Adek Adin Da.
“Coba kalau berani, Camat Sipispis dan Kades Silau Padang suruh mandi di Sungai Bah Sombu saat PKS buang cairan diduga limbah di Sungai Bah Sombu.”
Pernyataan tersebut merupakan opini dan tudingan warganet yang masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lapangan.
Warganet lainnya, Mhd Sani Purba, juga mengklaim bahwa aliran tersebut terjadi hampir setiap hari.
“Hampir tiap hari bah sumbu dibuangi.”
Klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak ditempatkan sebagai fakta terverifikasi sebelum adanya bukti maupun hasil pemeriksaan resmi.
Ramainya komentar masyarakat menunjukkan bahwa publik tidak hanya mempertanyakan dugaan aliran cairan, tetapi juga meminta adanya pengawasan dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi Sungai Bah Sombu.
Untuk memastikan persoalan tersebut, pemeriksaan lapangan dinilai penting dilakukan oleh instansi berwenang.
Pemeriksaan dapat meliputi penelusuran sumber aliran, pengecekan titik masuk cairan ke sungai, kondisi fisik air, serta pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium apabila diperlukan.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah cairan yang dimaksud benar berasal dari aktivitas PT TSP, apakah tergolong limbah, bagaimana pengelolaannya, serta apakah berdampak terhadap kualitas air Sungai Bah Sombu.
Sebab, kondisi air yang terlihat secara visual maupun video yang beredar di media sosial belum cukup untuk menyimpulkan telah terjadi pencemaran atau pelanggaran lingkungan.
Jika Terbukti, Harus Ditindak
Apabila pemeriksaan resmi membuktikan adanya pembuangan atau aliran limbah yang tidak sesuai ketentuan, temuan tersebut semestinya ditindaklanjuti oleh instansi berwenang sesuai peraturan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menyatakan cairan tersebut bukan limbah, tidak berasal dari aktivitas PT TSP, atau tidak ditemukan pelanggaran, hasil tersebut juga penting disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Transparansi diperlukan agar polemik tidak terus berkembang berdasarkan spekulasi dan komentar di media sosial.
Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serdang Bedagai diharapkan dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan penjelasan berdasarkan data serta hasil uji teknis.
Wartawan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.
Berbagai komentar warganet dalam pemberitaan ini tidak dapat dijadikan kesimpulan bahwa PT Tenera Sergai Perkasa telah terbukti melakukan pencemaran atau pelanggaran lingkungan.
Ruang konfirmasi dan klarifikasi tetap terbuka bagi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, DLH Sergai, Camat Sipispis, Kepala Desa Silau Padang, maupun manajemen PT Tenera Sergai Perkasa.
Wartawan akan terus mengikuti perkembangan persoalan Sungai Bah Sombu dan menyampaikan informasi berdasarkan hasil konfirmasi, pemeriksaan resmi, serta fakta yang dapat diverifikasi.(Tim)
Tags
Berita Peristiwa
