MEMUAT WAKTU...

Nelayan Menjerit! Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Bogak Besar, 10 Sampan Rusak.

 Sergai,garudanews//Gelombang air laut yang cukup tinggi menghantam pesisir Dusun V, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. 

Akibat kejadian tersebut, diperkirakan 10 sampan nelayan pecah dan mengalami kerusakan parah karena tidak dapat keluar masuk kuala (muara) yang tertutup pasir.

Peristiwa ini menyebabkan para nelayan tradisional gagal melaut. Selain sampan yang rusak, jaring-jaring ikan milik nelayan juga berserakan di bibir pantai akibat kuatnya hantaman ombak.

Warga setempat menyebutkan, kondisi kuala atau tangkahan perahu yang tertutup pasir telah terjadi berulang kali, terlebih setelah sebelumnya wilayah tersebut terdampak bencana alam.

Pendangkalan muara membuat sampan sulit keluar masuk, sehingga saat gelombang tinggi datang, perahu nelayan tidak memiliki jalur aman untuk bersandar.
“Tolong, Pak. Kami nelayan. Sampan kami hancur dan karam. Ada kuala sementara, tapi tidak memadai. Kami mohon segera dibantu, turunkan alat berat agar kuala kami kembali seperti dulu,” ujar sejumlah nelayan dengan nada penuh harap.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Kelompok Nelayan Sepakat Jaya Desa Bogak Besar, Misno, kepada wartawan menyampaikan bahwa para nelayan sangat membutuhkan perhatian dan langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

Menurutnya, pembukaan kembali kuala atau tangkahan perahu di Dusun V merupakan kebutuhan mendesak agar aktivitas melaut dapat kembali normal dan keselamatan nelayan lebih terjamin.

“Harapan besar kami kepada Pemerintah Kabupaten Sergai agar segera membantu membuka kembali kuala yang tertutup pasir. Ini menyangkut mata pencaharian dan keselamatan nelayan tradisional,” ungkapnya.

Para nelayan berharap adanya pengerahan alat berat dari pemerintah maupun berbagai pihak untuk normalisasi muara dalam waktu dekat, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan kerugian yang lebih besar dapat dihindari.(Syaiful).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama