MEMUAT WAKTU...

Debu Proyek Tebal Selimuti Jalur Sei Rampah–Tanjung Beringin, Ganggu Kesehatan Dan Ekonomi.

Sergai,garudanews.net//Warga yang bermukim di sepanjang ruas Jalan Provinsi Sei Rampah–Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan pekatnya debu dari proyek peningkatan struktur jalan yang tengah berlangsung. 

Kondisi tersebut dinilai mulai mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan aktivitas ekonomi, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, Senin (3/8/2026), debu tebal kerap beterbangan setiap kali kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk melintas di badan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan. 

Cuaca panas dan minimnya penyiraman air di ruas jalan yang belum dilapisi perkerasan akhir turut memperparah kondisi.

Salah seorang warga, Nandar (34), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan semakin meresahkan masyarakat.

“Setiap hari kami menghirup debu. Lantai dan perabotan baru dibersihkan sebentar sudah kotor lagi. Anak-anak juga mulai batuk-batuk dan mengalami sesak napas,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga terpaksa menutup pintu dan jendela rumah hampir sepanjang hari guna mengurangi masuknya debu. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif.

Keluhan serupa juga disampaikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang makanan di sekitar lokasi proyek. 

Mereka mengaku omzet penjualan menurun karena konsumen enggan singgah di lingkungan yang berdebu dan dinilai kurang higienis.

Selain berdampak pada kesehatan dan perekonomian, debu yang menutupi badan jalan juga mengurangi jarak pandang pengendara, terutama pengguna sepeda motor, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap dampak jangka panjang paparan debu, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. 

Warga pun mempertanyakan tanggung jawab kontraktor dalam mengendalikan dampak lingkungan selama proyek berlangsung.

Masyarakat berharap penyiraman jalan dilakukan secara rutin serta adanya langkah mitigasi lainnya agar aktivitas pembangunan tidak mengorbankan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan warga.

Dalam waktu dekat, warga berencana menyampaikan surat pengaduan resmi kepada pemerintah desa dan instansi terkait guna meminta penanganan segera.

Meski demikian, masyarakat tetap mendukung pembangunan jalan tersebut karena dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Namun, warga menegaskan agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini merupakan peningkatan struktur Jalan Provinsi Sei Rampah–Tanjung Beringin sepanjang sekitar 2.500 meter dengan nilai kontrak Rp14.801.000.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender sejak 8 Juni 2026.

Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya UPTD Tebing Tinggi, dengan kontraktor pelaksana CV. Seleksi Alam Nusantara serta konsultan supervisi PT. Transima Citra Indo Consultant.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait terkait mekanisme pengendalian debu selama proses pekerjaan berlangsung.(Tim).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama