MEMUAT WAKTU...

Universitas Islam Hamzanwadi Jadin Tuan Rumah Gelaran Dialog Edukatif Ngobrol Pendidikan Islam Edisi Ke 18.

Lombok Timur,garudanews//Suasana Auditorium Ummuna Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid tampak hangat pada Sabtu (31/10/2026). 

Universitas Islam Hamzanwadi (UIH) NW Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi tuan rumah gelaran dialog edukatif Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) edisi ke-18 yang dihadiri tidak kurang dari 200 Peserta yang berasal dari Dosen,Tendik dan Perwakilan Pengurus Organisasi Mahasiswa Universitas Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur 

Mengusung tema besar "Transformasi PTKI Membangun Perguruan Tinggi Islam yang Unggul, Adaptif & Berdaya Saing Global", forum strategis ini menghadirkan tokoh penting legislatif dan akademisi untuk merumuskan arah baru pendidikan tinggi Islam di era kecerdasan buatan (AI).

Acara dibuka dengan sambutan penuh hangat dari Wakil Rektor III UIH yang mewakili Rektor yang berhalangan hadir, Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi kepercayaan penyelenggara menjadikan UIH sebagai lokasi diskusi edisi ke-18. 

Beliau menekankan bahwa perubahan status kelembagaan dari IAIH menjadi Universitas Islam Hamzanwadi (UIH) bukan sekadar pergantian nama, melainkan manifestasi semangat optimistis untuk bergerak menjadi PTKI yang transformatif.

Respon positif turut dilontarkan oleh Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram saat membuka acara secara resmi. Ia menyoroti akselerasi perkembangan kampus tuan rumah yang dinilainya luar biasa.

"Kata 'UIH' dalam bahasa Sasak merupakan ungkapan takjub. Dan memang, perkembangan universitas ini terbukti membuat kita semua takjub," tegas Wakil Dekan II UIN Mataram di hadapan para peserta.

Hadir sebagai narasumber utama, Apt. Lale Syifaun Nufus, M.Farm dari Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmen parlemen dalam memantau dan mengawal transformasi PTKI secara berkelanjutan. 

Menurutnya, PTKI tidak boleh hanya berpasrah menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk mewujudkan kampus Islam yang menguasai ilmu pengetahuan tanpa mencabut keakar keislamannya, DPR RI mendorong fokus pada empat pilar strategis:

Pemerataan Akses: Membuka pintu pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu.
Penguatan SDM & Riset: Meningkatkan kapasitas dosen serta mutu penelitian berstandar nasional dan internasional.

Digitalisasi Tata Kelola: Mempercepat modernisasi sistem pelayanan dan administrasi kampus berbasis digital.

Daya Saing Global: Mendorong lulusan dan karya akademik kampus untuk mampu bersaing di kancah internasional.

"Melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, Komisi VIII DPR RI memastikan dukungan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan nasional," tegas Lale Syifaun Nufus.

Melengkapi perspektif kebijakan, narasumber kedua, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd, membedah aspek teknis akademis transformasi PTKI. 

Ia menggarisbawahi bahwa perombakan sistem di tubuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam bertujuan untuk memenuhi akuntabilitas publik sekaligus menyokong visi Indonesia Emas 2045.

Prof. Fahrurrozi memaparkan kerangka kerja melalui Tiga Pilar Transformasi PTKI:

Membangun Keunggulan Berkarakter: Berfokus pada peningkatan produktivitas riset, penguatan tata kelola mutu internal (SPMI), dan penyempurnaan kurikulum keilmuan Islam yang kokoh.

Sikap Adaptif terhadap Perubahan: Memanfaatkan teknologi informasi terkini, menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan menanamkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada mahasiswa.

Memperkuat Daya Saing Global: Mengakselerasi internasionalisasi riset substantif serta membangun jaring reputasi institusi di tingkat dunia.

Diskusi interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara mahasiswa, dosen, dan para narasumber, menandai tekad bersama komunitas akademis Lombok Timur untuk membawa pendidikan Islam melesat di panggung global.(A.Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama