Sergai,garudanews.net//Salah seorang alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Washliyah 30 Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), H. Sakarani, SH, yang akrab disapa Abah Roni, juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu menyampaikan kekecewaannya terhadap pemberitaan disalah satu media online yang menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah tersebut.
Menurut Sakarani, pemberitaan mengenai dugaan pungli tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang diketahuinya selama menjadi bagian dari keluarga besar MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung.
"Saya sangat kecewa sebagai alumni MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung. Setelah membaca pemberitaan di salah satu media online yang menyebut adanya dugaan pungutan liar, menurut saya hal itu tidak benar dan hoax serta diduga tidak memiliki dasar yang jelas," ujar Sakarani kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026), di Sei Rampah.
Ia juga mempertanyakan identitas pihak yang disebut sebagai "perwakilan masyarakat dan pemerhati tata kelola pendidikan" dalam pemberitaan tersebut.
"Siapa namanya? Kalau memang memberikan tanggapan, seharusnya identitasnya dituliskan secara jelas, bukan disembunyikan," katanya.
Sakarani menjelaskan, berdasarkan pengalamannya ketika masih bersekolah di MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung, berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan maupun kebutuhan sekolah terlebih dahulu dibicarakan dan disepakati melalui musyawarah antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Menurutnya, siswa juga biasanya menyampaikan kepada orang tua apabila terdapat agenda rapat yang berkaitan dengan kepentingan sekolah.
"Setahu saya, ketika masih bersekolah di MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung, setiap ada pembangunan dan hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, semuanya dibicarakan dan disepakati bersama antara pihak sekolah dan orang tua murid. Murid juga menyampaikan kepada orang tua agar hadir ketika ada rapat," jelasnya.
Sakarani berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang menurutnya telah menimbulkan persepsi negatif terhadap MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung.
"Saya sebagai alumni sangat kecewa dengan adanya pemberitaan tersebut. Saya berharap segera ada klarifikasi agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia juga berharap setiap keputusan yang berkaitan dengan pembiayaan maupun pembangunan sekolah ke depan tetap dilakukan melalui musyawarah dan komunikasi terbuka dengan pihak sekolah, komite, wali murid, serta melibatkan siswa sesuai kebutuhan.
"Harapan saya, setiap mengambil keputusan terkait sekolah agar dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pihak sekolah, wali murid dan murid.
Dengan begitu, tidak timbul asumsi atau persepsi lain yang kemudian dapat menimbulkan anggapan sebagai pungutan liar," katanya.
Lebih lanjut, Sakarani menilai MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung merupakan salah satu lembaga pendidikan Al Washliyah yang memiliki peran penting di Kecamatan Teluk Mengkudu.
Menurutnya, sekolah tersebut telah banyak melahirkan putra-putri yang kemudian berkontribusi di berbagai bidang di Kabupaten Serdang Bedagai.
"MTs Al Washliyah 30 Pematang Guntung merupakan salah satu sekolah Al Washliyah yang maju di Kecamatan Teluk Mengkudu dan telah banyak melahirkan putra-putri terbaik di Kabupaten Serdang Bedagai," pungkasnya.(Syf).
Tags
Berita Peristiwa
