MEMUAT WAKTU...

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram Gelar Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Lombok Timur

Lombok Timur.garudanews//21 September 2025 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan dengan tema “Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta” di Madrasah Aliyah (MA) Palapa Nusantara NW Lombok Timur, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 100 guru madrasah se-Lombok Timur.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.Hi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI mendorong hadirnya kurikulum berbasis cinta sebagai landasan penting dalam membangun peradaban pendidikan yang penuh kasih sayang.

“Kurikulum berbasis cinta diharapkan mampu menjadikan hidup kita penuh dengan kasih, baik cinta kepada diri sendiri, lingkungan sekitar, lingkungan hidup, hablumminaAllah, 
hablumminannas, maupun hablumminal ‘alam, sehingga pada akhirnya kita mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Prof. Jumarim. 

Ia juga menegaskan bahwa betapapun idealnya kurikulum, faktor terpenting tetap terletak pada guru, terutama pada kesiapan, niat, serta dedikasi mereka dalam mendidik.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber utama dari Komisi VIII DPR RI Dapil NTB Fraksi Demokrat Bapak Dr. Ir. Nanang Samodra, KA, M.Sc, yang menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta adalah komitmen bersama untuk menciptakan suasana pendidikan yang harmonis, penuh kasih, dan menumbuhkan kedekatan antara guru dengan siswa, serta manusia dengan lingkungannya.
Sementara itu, Abdul Haris, M.Si., akademisi dari STIT Palapa Nusantara Lombok Timur, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta tidak hanya menyentuh aspek teknis pendidikan, tetapi juga mengandung nilai spiritualitas yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT. 

“Dari sinilah akan lahir nilai kasih sayang yang utuh, baik secara vertikal kepada Sang Khalik maupun horizontal kepada sesama manusia dan alam,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru madrasah di Lombok Timur untuk memperkuat pemahaman sekaligus meneguhkan komitmen dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam praktik pendidikan. 

Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta diharapkan bukan hanya menjadi wacana, melainkan mampu diimplementasikan sebagai fondasi bagi pendidikan yang lebih humanis, religius, dan berkelanjutan.(A Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama