MEMUAT WAKTU...

Basic Spritual Belief Gerbang Transformasi Reformasi Polri.

Deli Serdang.garudanews//Zulfan Nababan, Aktivis Dakwah dan Pengasuh Pondok Pesantren. Bila seorang ingin membina sebuah bangunan yang megah, maka dia harus membuat pondasi yang kuat dan kokoh. 

Sebagai dasar berdiri nya sebuah bangunan yang tinggi dan megah. Dalam perjalanan bangunan itu, bila ada perubahan dan penambahan..

Maka tidak perlu merubah atau bahkan merusak pondasi nya, cukup melengkapi apa yang dirasakan kurang atau menguatkan apa yang sudah ada. Maka bangunan itu akan bertambah kuat, bertambah megah dan bertambah tinggi..Bila di pandang dan di tempati terasa indah, nyaman dan aman.

Saat sekarang ini banyak masyarakat, pakar berbagai disiplin ilmu dan pengamat yg memberikan atau mengutarakan kritikan, teori2 kepolisian dan sistem manajemen kepolisian, yg semua itu  bertujuan agar Polri kedepan nya bisa lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas2 nya. 

Semua ini sebagai bukti cinta masyarakat kepada Polri dan juga bukti bahwa Polri tidak anti kritik, tetap perhatian dan selalu terbuka.

Dilihat dari sudut pandang keagamaan, semua yang disampaikan oleh pakar dan pengamat adalah wujud dari bersatu nya amal2 kebaikan yang bergerak bersama sama untuk berkumpul menuju satu tujuan yaitu menguatkan Lembaga POLRI.

Tidak sempurna iman seseorang  diantara kalian, sampai dia mencintai saudara nya. Sebagaimana dia mencintai diri nya sendiri. 

Hadist, Hal ini berarti tindakan mengingatkan kebaikan adalah wujud kepedulian yang di dasari cinta  agar saudara nya tidak menyimpang dan mendapatkan kebaikan.

Maka besar harapan kepada Lembaga POLRI mampu menghasilkan dan menyebarkan amal2 kebaikan di tengah2 masyarakat,  oleh karena itu Lembaga POLRI harus di isi oleh orang-orang pilihan, baik jasmani maupun baik rohani nya.

Lembaga POLRI ini adalah tempat nya amal2 kebaikan, atau bisa di sebut dengan DARUL AMAL/ Rumah untuk beramal..

Amal2 kebaikan yang terkumpul dalam Lembaga POLRI ini, hanya dapat dilaksanakan bila ada dasar keyakinan spritual yang kuat..

Maka nya dalam  TRIBRATA pada poin pertama sekaligus sebagai Pedoman Kerja Kepolisian yang berbunyi Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 

 Di awali dengan dasar ketakwaan dan keyakinan spritual yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akan mampu melaksanakan semua kebaikan2 yang terhimpun dalam tugas2 pokok kepolisian seperti yang diamanatkan dalam UU. 

Sehingga bila tugas2 pokok Polri sebagai kumpulan dari kebaikan2 wujud di tengah masyarakat, yang merupakan hasil dari keyakinan Spritual yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa tadi..maka pasti  kebaikan2 akan kembali diterima Lembaga POLRI sebagai balasan.

Hal ini sama dengan penjelasan dalam agama. Bahwa setiap ada ayat mengenai amal sholeh, pasti sebelom nya selalu diawali dengan ayat iman/Keyakinan. 

Maka nya dalam ajaran agama selalu tertulis iman dan amal sholeh, maksud nya hanya dengan kekuatan iman lah akan dapat melahirkan dan mengamalkan amal sholeh, bila amal sholeh wujud dalam kehidupan, maka pasti balasan akan kembali kepada yg menjalankan nya. Jadi amal sholeh linier dengan keimanan.

 Demikian hal nya keberhasilan Polri dalam melaksanakan semua tugas nya sebagai wujud amal kebaikan dan kepercayaan yang di raih dari masyarakat merupakan hasil linier dengan Basic Spritual Belief tadi atau hasil dari keimanan yang kuat.

Semesti nya pembenahan Basic Spritual Belief  ini bukan hanya ada di Lembaga Polri saja. tapi juga harus ada dan dilakukan di semua lembaga Negara.

Mungkin karena saat ini Lembaga Polri ramai di bicarakan, seolah olah Lembaga Polri yang mesti satu2 nya harus melakukan nya, bukan berarti Lembaga Negara yg lain sudah merasa lebih baik, bukan itu kehendak nya..

Harus dipahami bahwa pembenahan dan penguatan Basic Spritual Belief ini  merupakan perintah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh manusia.

Jadi semua nya harus bergerak melakukan intropeksi diri secara pribadi maupun kelembagaan..

Basic Spritual Belief ini sebagai kekuatan  untuk menghasilkan pengabdian terbaik untuk Rakyat dan Bangsa, yang di jiwai oleh Sila 1 Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa..

Karena semua apa saja dalam kehidupan ini, baik tugas sebagai anggota Polri atau tugas di Lembaga Negara yg lain akan di pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bentuk keyakinan di dalam hati.

Alangkah indah nya bila semua nya berjalan bersinergi sesuai fungsi nya masing2. Sudah menjadi kaidah dalam kehidupan ini, bila sesuatu menjalankan fungsi nya, maka pasti akan disenangi, di jaga, di rawat dan diberi penghargaan.

Berlomba lomba dan bersegera dalam kebaikan. Setiap kebaikan, sekecil apapun, akan di balas dengan pahala yang berlipat ganda dari ALLAH SWT.(can)
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama