MEMUAT WAKTU...

Di Tengah Pemulihan Pascabencana Sikap BS Tuai Kritik Warga Muara Nibung

Tapteng.garudanews//Di tengah upaya bangkit dari bencana, polemik penyaluran bantuan pasca bencana di Kelurahan Muara Nibung Tapanuli Tengah masih menjadi perbincangan hangat warga dan sejumlah tokoh masyarakat. Jumat (19/12/2025). 

Sorotan tak hanya tertuju pada mekanisme distribusi bantuan, tetapi juga pada pendekatan aparatur lingkungan yang dinilai belum sepenuhnya mengedepankan nilai kemanusiaan.

Sejumlah warga mengkritisi kinerja Kepala Lingkungan I berinisial BS. Mereka menilai, dalam menghadapi warga pasca bencana, sikap yang ditunjukkan belum mencerminkan kepemimpinan yang humanis dan menenangkan.

Salah seorang warga Lingkungan III, Henti Putri Lase, mengaku mengalami tekanan psikologis yang diduga berkaitan dengan perlakuan aparatur lingkungan tersebut. Peristiwa itu, menurut Henti, terjadi saat dirinya berada di rumah.

“Saya didatangi ke rumah dan dibentak sambil ditunjuk-tunjuk wajah saya,” ujar Henti kepada wartawan.

Ia juga menirukan kalimat yang diduga disampaikan BS kepadanya, Kau menuduh saya menggelapkan beras, ya!”

Henti menyampaikan, dirinya dituding hendak memviralkan persoalan bantuan yang tengah diperbincangkan warga, khususnya terkait dugaan belum jelasnya pendistribusian dua karung beras.

 “Saya dituding memviralkan persoalan bantuan, terkait dugaan belum diketahuinya pendistribusian dua karung beras,” katanya.

Peristiwa tersebut, lanjut Henti, membuatnya merasa tertekan, terlebih ia tengah hamil dan masih berada dalam proses pemulihan pasca bencana. 

Kejadian itu disebut berlangsung saat suaminya tidak berada di rumah, serta disaksikan oleh kedua anaknya dan orang tuanya.

Menanggapi hal itu, sejumlah tokoh masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan evaluasi terhadap aparatur lingkungan yang dinilai tidak humanis.

Tokoh masyarakat setempat, Hamdan, menyayangkan sikap yang dinilai arogan tersebut.

“Sangat disayangkan jika aparatur lingkungan yang seharusnya mengayomi masyarakat justru menunjukkan sikap tidak humanis, apalagi di tengah masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Nurdin Harefa. Ia meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi kinerja Kepala Lingkungan I Muara Nibung 

“Kami meminta agar kinerja kepling I segera dievaluasi dan, bila perlu, dilakukan pergantian,” katanya.

Mereka berharap ke depan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada warga terdampak bencana.

Sementara itu, Jurman Dagang dari Lembaga Konsultan Bantuan Hukum Sumatera (LKBH-Sumatera) turut menyoroti persoalan tersebut.

“Sangat disayangkan. Aparatur yang dipercaya mengayomi masyarakat justru dinilai arogan. 

Kami meminta pemerintah kecamatan melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait penyaluran beras bantuan di Kelurahan Muara Nibung,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Lingkungan I belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi oleh wartwan. Hal yang sama juga belum diperoleh dari Lurah Muara Nibung Dedi Sekedang, kendati telah dihubungi melalui pesan WhatsApp. (Swd).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama