Mataram,garudanews//7 Agustus 2026, Semangat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia melalui rangkaian program Student Mobility dan pengabdian internasional di Pulau Lombok.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 ini tidak sekadar menjadi ruang pertukaran akademik antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas wawasan, mempererat hubungan antarmahasiswa, mengenalkan kekayaan budaya Lombok, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan Student Mobility UniSZA Malaysia di Mataram pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kedatangan tersebut disambut oleh panitia dan jajaran FDIK UIN Mataram, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama pimpinan fakultas serta persiapan kegiatan di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Kediri.
Pertemuan Akademik dan Penguatan Hubungan Internasional
Pada Selasa, 4 Agustus 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. Masnun, M.Ag, bersama Prof. Madya Ab Aziz bin Sulaiman dari UniSZA Malaysia.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun komunikasi akademik antara kedua institusi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Visiting Lecturer bersama FPKI UniSZA Malaysia dan FDIK UIN Mataram. Setelah itu, mahasiswa dari kedua perguruan tinggi mengikuti Intercultural Academic Forum yang dilaksanakan di Aula FDIK UIN Mataram.
Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman akademik sekaligus mempertemukan mahasiswa dari dua negara dalam suasana dialog yang terbuka dan kolaboratif.
Lebih dari sekadar pertukaran pengetahuan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perspektif pendidikan, budaya, dan kehidupan akademik dari negara masing-masing.
Dari Kampus untuk Pesantren: Menghidupkan Pengabdian Internasional
Semangat pengabdian kemudian dibawa langsung ke lingkungan masyarakat melalui kegiatan bersama Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Kediri.
Mahasiswa FPKI UniSZA Malaysia bersama santri putra dan putri mengikuti Sharing Akademik dengan tema “Strategi Belajar Efektif Santri.
Kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara mahasiswa internasional dan para santri.
Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai strategi belajar, tetapi juga belajar tentang keberagaman cara pandang, budaya, dan pengalaman pendidikan dari Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, termasuk Sharing Akademik bersama santri Tahfidz putra dengan tema yang sama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan evaluasi sebagai bagian dari refleksi terhadap program yang telah dilaksanakan.
Pengabdian ini memperlihatkan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak harus berhenti di ruang kelas atau forum akademik.
Pengetahuan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi semua pihak.
Lima Delegasi FTK UIN Mataram Ambil Bagian
Dalam kolaborasi internasional tersebut, FTK UIN Mataram turut mengirimkan delegasi mahasiswa dari berbagai program studi.
Keberagaman bidang keilmuan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun pengalaman lintas disiplin.
Lima delegasi FTK UIN Mataram tersebut adalah:
1. Mia Silawati, Program Studi Tadris Kimia.
2. Rudi Susandi, Program Studi Tadris Fisika.
3. Idnani Wardaniatun Aznam, Program Studi Tadris Bahasa Inggris.
4. Aulia Hadi Safitri, Program Studi PIAUD
5. Il Sabandi, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Kehadiran kelima mahasiswa tersebut menjadi bagian dari representasi mahasiswa FTK UIN Mataram dalam membangun jejaring akademik dan pengalaman internasional bersama mahasiswa UniSZA Malaysia.
Keikutsertaan lintas program studi juga menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat menjadi ruang bersama bagi mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda untuk belajar, berinteraksi, dan berkontribusi.
Mengenal Lombok, Memperluas Perspektif
Kolaborasi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik dan pengabdian. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, rombongan juga melakukan kunjungan ke Museum Kota Mataram sebagai bagian dari pengenalan sejarah dan budaya lokal.
Kemudian pada Kamis, 6 Agustus 2026, mahasiswa UniSZA Malaysia bersama FDIK UIN Mataram melaksanakan kunjungan ke Geopark Rinjani Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual sekaligus kesempatan bagi mahasiswa UniSZA untuk mengenal salah satu kekayaan alam dan lingkungan Lombok secara langsung.
Perjalanan tersebut menjadi pelengkap dari proses pertukaran budaya. Sebab, mengenal sebuah negara tidak hanya melalui ruang akademik, tetapi juga melalui masyarakat, tradisi, sejarah, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari.
Lebih dari Student Mobility
Program ini memberikan pesan bahwa Student Mobility bukan sekadar perpindahan mahasiswa dari satu negara ke negara lain.
Di balik setiap pertemuan terdapat proses belajar. Di balik setiap diskusi terdapat pertukaran gagasan.
Dan di balik setiap kegiatan pengabdian terdapat upaya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Kolaborasi FTK UIN Mataram dan UniSZA Malaysia menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dua negara, dua budaya, dan berbagai latar belakang keilmuan.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk keluar dari batas ruang kelas dan melihat dunia pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa internasional membuka ruang interaksi baru yang memperkaya pengalaman dan wawasan.
Menanam Benih Kolaborasi untuk Masa Depan
Rangkaian kegiatan akhirnya ditutup dengan persiapan kepulangan rombongan Student Mobility UniSZA Malaysia menuju Kuala Lumpur pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Namun, berakhirnya rangkaian kegiatan bukan berarti berakhir pula kolaborasi yang telah dibangun.
Pertemuan selama beberapa hari tersebut meninggalkan pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan kenangan yang dapat menjadi modal untuk kerja sama berikutnya.
Dari Mataram hingga Malaysia, dari ruang akademik hingga pesantren, dari forum mahasiswa hingga Geopark Rinjani, program ini menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan akan memiliki makna yang lebih besar ketika pengetahuan tidak hanya dipertukarkan, tetapi juga dibagikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kolaborasi FTK UIN Mataram dan UniSZA Malaysia menjadi langkah kecil dengan makna besar: membangun generasi yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga tetap dekat dengan masyarakat, budaya, dan nilai-nilai pengabdian.
Belajar lintas negara, tumbuh lintas budaya, dan mengabdi tanpa batas.
Itulah semangat yang diharapkan terus hidup dari kolaborasi internasional ini.(A.Turmuzi)
Tags
Berita Peristiwa
