MEMUAT WAKTU...

IKAD Tebing Tinggi Raih Kategori Unggul, Wali Kota Iman Irdian Saragih Siap Optimalkan Inklusi Keuangan.

Tebing Tinggi,garudanews.net//Kota Tebing Tinggi mencatatkan capaian positif dalam akses dan pemanfaatan layanan keuangan masyarakat. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) Tahun 2025, Kota Tebing Tinggi berhasil meraih kategori Unggul dengan skor 5,60.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Direktorat Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara, Yusri, dalam audiensi kunjungan kerja bersama Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, di Ruang Kerja Wali Kota, Gedung Balai Kota Tebing Tinggi, Rabu (2/9/2026).

Yusri mengatakan, hasil survei yang dilakukan PT Rise Indonesia menunjukkan tingkat akses dan inklusi keuangan masyarakat Kota Tebing Tinggi berjalan sangat baik. 

Capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tebing Tinggi.

“Akses inklusi keuangan masyarakat Tebing Tinggi mencapai 5,60 dan masuk kategori Unggul. Kami mengapresiasi kolaborasi dan kerja sama yang telah terjalin. 

Ke depan, peran TPAKD perlu terus kita optimalkan agar proses dan kebutuhan akses keuangan masyarakat bisa kita link-kan semua,” ujar Yusri.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyambut baik capaian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK serta seluruh pihak yang telah memberikan pendampingan selama proses evaluasi.

Menurut Iman Irdian, akses keuangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya layanan keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat memahami dan menggunakan produk serta layanan keuangan secara bijak dan tepat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan atas pelaksanaan dan pendampingan kegiatan survei akses keuangan daerah ini. 

Semoga audiensi dan pelaksanaan survei ini dapat menghasilkan informasi, rekomendasi, dan langkah-langkah strategis yang bermanfaat dalam memperkuat inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” kata Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Direktorat Inklusi Keuangan OJK, Roni Ukurta Barus, menjelaskan bahwa penilaian IKAD dilakukan secara berkala melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), dan Kementerian Dalam Negeri.

Roni menjelaskan, sejumlah indikator yang mendukung predikat Unggul Kota Tebing Tinggi antara lain tingginya kepemilikan tabungan, pinjaman individu, polis asuransi, persebaran ATM, agen Laku Pandai, merchant QRIS, serta rasio Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Meski demikian, kata Roni, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian dan ditingkatkan ke depan, khususnya jumlah debitur serta nominal akumulasi pinjaman pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Meski demikian, ada catatan yang perlu ditingkatkan ke depan, yaitu pada indikator jumlah debitur serta nominal akumulasi pinjaman untuk sektor UMKM,” jelas Roni.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menekankan bahwa perluasan akses keuangan merupakan langkah awal dan bukan tujuan akhir.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, produktif, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

“Dengan menjadikan IKAD sebagai instrumen pengukuran dan SASKAD sebagai sumber evidence lapangan, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran guna mempercepat pencapaian target inklusi dan kesejahteraan keuangan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Rosy.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan plakat, dan foto bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, serta tim teknis dari PT Rise Indonesia.(Syf).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama