MEMUAT WAKTU...

Mahasiswa PPL Internasional FTK UIN Mataram Perkenalkan Budaya Indonesia di Thailand

Mataram.garudanews//Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram kembali menghadirkan pengalaman lintas budaya melalui kegiatan Indo Day 2026 di Sangkhom Islam Wittaya School, Thailand. 

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program mahasiswa selama melaksanakan PPL internasional sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya, pendidikan, dan kreativitas Indonesia kepada warga sekolah mitra.

Indo Day 2026 dikemas secara edukatif dan interaktif dengan menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari food taste, pengenalan baju adat Lombok, kegiatan sains, hingga pemberian sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian Indo Day.

Melalui sesi food taste, para peserta diperkenalkan dengan berbagai cita rasa makanan Indonesia. 

Kegiatan ini menjadi salah satu cara sederhana namun menarik untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus membangun interaksi antara mahasiswa PPL dengan siswa dan keluarga besar Sangkhom Islam Wittaya School.

Tidak hanya kuliner, mahasiswa PPL juga memperkenalkan baju adat Lombok sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat. 

Pengenalan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luas, bahkan dalam satu wilayah dan satu provinsi terdapat berbagai tradisi, busana, dan identitas budaya yang khas.

Kegiatan Indo Day juga menghadirkan aktivitas sains yang dikemas secara menarik dan melibatkan peserta secara langsung. 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPL berupaya menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikembangkan melalui aktivitas yang menyenangkan, kreatif, dan kontekstual.

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta Indo Day sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keterlibatan mereka dalam kegiatan.

Sertifikat tersebut diharapkan menjadi bagian dari kenangan sekaligus dokumentasi pengalaman para peserta dalam mengikuti kegiatan pertukaran budaya bersama mahasiswa PPL Internasional FTK UIN Mataram.

Selain Indo Day, mahasiswa PPL Internasional FTK UIN Mataram sebelumnya juga melaksanakan program mini course Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. 

Pada momentum tersebut, mahasiswa memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada para peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam berbagai perlombaan yang dilaksanakan dalam rangkaian program *mini course*.

Ketua kelompok mahasiswa PPL Internasional, Faksi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh komponen Sangkhom Islam Wittaya School yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa melaksanakan program PPL.

Ia menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pimpinan sekolah, para guru, dan seluruh siswa.

“Terima kasih kepada seluruh komponen Sangkhom Islam Wittaya School yang telah memberikan support kepada kami selama melaksanakan PPL. 

Dukungan dan penerimaan yang diberikan menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” ungkap Faksi.

Sementara itu, Dr. Zaki Roengsamoet, selaku Vice Director Sangkhom Islam Wittaya School, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Indo Day.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PPL memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus membuka ruang interaksi dan pembelajaran antara Indonesia dan Thailand.

Apresiasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa PPL Internasional FTK UIN Mataram selama berada di Thailand. 

Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas praktik pembelajaran, tetapi juga membawa misi untuk membangun komunikasi, memperkenalkan budaya Indonesia, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi lintas negara.

Indo Day 2026 dengan demikian menjadi lebih dari sekadar agenda mahasiswa PPL. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, pembelajaran, dan persahabatan Indonesia–Thailand.

Bagi mahasiswa FTK UIN Mataram, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa menjadi calon pendidik di era global tidak cukup hanya dengan menguasai kompetensi akademik dan pedagogik. 

Seorang pendidik juga dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, menghargai perbedaan, serta mampu memperkenalkan identitas budaya secara terbuka dan positif.

Melalui Indo Day, mahasiswa PPL Internasional FTK UIN Mataram menunjukkan bahwa pembelajaran dapat melampaui batas ruang kelas dan batas negara.(A.Turmuzi).
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama