Lombok Timur.garudanews//Kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) edisi ke-14 resmi digelar di STMIK Syeikh Zeinuddin NW Anjani, Lombok Timur, pada Jumat (23/10/2026).
Program strategis yang mengusung tema “Peluang Beasiswa PTKI: Memperluas Akses, Meningkatkan Prestasi, Membangun Masa Depan” ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, UIN Mataram, dan Komisi VIII DPR RI.
Wakil Ketua III STMIK Syeikh Zeinuddin NW, Dedy Efendy, S.Ag., S.H., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua TGH. LL. G. Muhammad Khairul Fatihin, S.Kom.I., M.M., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan edukatif ini.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, Dr. H. M. Taisir, M.Ag., hadir mewakili Dekan untuk membuka secara resmi agenda tersebut. Mengutip komitmen pemerintah,
Dr. Taisir menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak fundamental untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Pemerintah secara konsisten terus memperluas akses sarana perguruan tinggi melalui berbagai skema bantuan finansial, seperti Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Tahfiz Al-Qur'an, hingga program bantuan penyelesaian studi.
Dari perspektif legislatif, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm., dan juga sebagai Narasumber Pertama, menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dan pemerataan distribusi bantuan pendidikan.
Menurutnya, hambatan finansial tidak boleh menjadi ganjalan bagi calon mahasiswa potensial untuk menempuh pendidikan tinggi.
Beliau menekankan tiga pilar utama keberlanjutan beasiswa: transparansi pengelolaan, eskalasi prestasi akademik maupun non-akademik penerima, serta pembentukan karakter lulusan yang berintegritas.
DPR RI berkomitmen memperketat fungsi pengawasan anggaran agar tepat sasaran, berkeadilan, dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan nilai keagamaan.
Sementara itu, Narasumber Kedua, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, M.A., memaparkan analisis mendalam mengenai dinamika pendidikan di era digital.
Beliau menyatakan bahwa kemudahan aksesibilitas informasi saat ini membuka peluang luas bagi generasi muda untuk meraih berbagai beasiswa nasional maupun internasional.
Namun, potensi tersebut sangat bergantung pada sikap proaktif serta ketekunan individu dalam mengejar kesempatan yang ada.
Prof. Fahrurrozi menambahkan bahwa determinan kesuksesan sejati tidak didasarkan pada hak istimewa (privilege) garis keturunan, status sosial, atau latar belakang ekonomi keluarga, melainkan pada kerja keras, resiliensi, dan ikhtiar yang berkelanjutan.
Keberhasilan yang komprehensif memerlukan sinergi harmonis antara kecerdasan intelektual, internalisasi nilai spiritual, serta keteguhan etika.
Beliau mendorong seluruh mahasiswa untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dengan kepribadian yang berakhlak mulia demi menjawab tantangan global.(A.Turmuzi).
Tags
Berita Peristiwa
